Pemasaran terdistribusi adalah cara bagi perusahaan besar untuk mengendalikan pesannya. Pada saat yang sama, perusahaan ini juga memberikan kebebasan kepada toko-toko lokal. Jadi, mereka dapat menyesuaikan iklan mereka. Ini adalah metode yang sangat pintar. Itu membantu perusahaan besar tetap konsisten. Itu juga membuat setiap toko merasa dekat dengan pelanggan mereka.
Apa Sebenarnya Pemasaran Terdistribusi Itu?
Pemasaran terdistribusi adalah strategi pemasaran. Ini digunakan oleh perusahaan besar dengan banyak cabang atau waralaba. Perusahaan pusat membuat rencana daftar nomor telepon beli pemasaran umum. Kemudian, mereka membagikan materi ini kepada cabang-cabang lokal. Oleh karena itu, cabang-cabang lokal dapat menggunakan materi ini. Mereka juga bisa mengubahnya sedikit agar sesuai dengan pelanggan setempat.
Contohnya adalah sebuah perusahaan makanan cepat saji. Perusahaan pusat di Sherpur membuat iklan TV. Iklan itu sama di seluruh kota. Namun, manajer toko lokal mungkin membuat promosi kecil. Promosi itu hanya berlaku di tokonya. Hal ini dilakukan karena manajer lokal lebih tahu apa yang disukai pelanggannya. Jadi, pemasaran terdistribusi adalah gabungan dari pusat dan lokal.
Siapa yang Menggunakan Pemasaran Terdistribusi?
Banyak jenis bisnis menggunakan pemasaran terdistribusi. Salah satunya adalah waralaba seperti restoran cepat saji. Perusahaan waralaba memiliki banyak toko di berbagai tempat. Oleh karena itu, mereka membutuhkan cara untuk menjaga citra merek tetap sama. Mereka juga butuh cara untuk menyesuaikan diri dengan setiap lokasi.
Perusahaan besar dengan banyak kantor cabang juga menggunakannya. Pikirkan bank dengan banyak cabang. Setiap cabang mungkin memiliki penawaran pinjaman yang sedikit berbeda. Namun, pesan utama bank tetap sama. Jadi, pemasaran terdistribusi membantu mereka beroperasi secara efektif.
Manfaat Utama dari Pemasaran Terdistribusi
Ada banyak manfaat dari pemasaran terdistribusi. Pertama-tama, itu membantu menjaga merek tetap konsisten. Pesan dan logo perusahaan selalu sama di mana pun. Oleh karena itu, pelanggan dapat dengan mudah mengenali perusahaan tersebut. Konsistensi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan.

Kedua, ini memungkinkan penyesuaian lokal. Manajer cabang tahu apa yang terbaik untuk komunitas mereka. Mereka dapat membuat iklan yang lebih menarik bagi pelanggan lokal. Ini membuat pemasaran terasa lebih pribadi. Jadi, itu bisa meningkatkan penjualan di setiap lokasi.
Mengapa Pemasaran Terdistribusi Menghemat Waktu dan Biaya?
Menerapkan pemasaran terdistribusi bisa menghemat banyak waktu dan uang. Perusahaan pusat membuat semua bahan dasar pemasaran. Mereka membuat logo, foto, dan video. Oleh karena itu, setiap cabang tidak perlu membuat materi ini dari nol. Mereka hanya perlu mengambilnya dari perusahaan pusat. Ini menghemat banyak waktu dan biaya.
Materi yang dibuat pusat sering kali lebih berkualitas tinggi. Cabang-cabang kecil mungkin tidak punya anggaran untuk membuat iklan yang bagus. Jadi, pemasaran terdistribusi memberikan mereka akses ke materi yang lebih profesional. Ini membuat semua promosi terlihat seragam dan berkualitas.
Cara Menerapkan Strategi Pemasaran Terdistribusi yang Efektif
Untuk menerapkan strategi ini, perusahaan harus memiliki alat yang tepat. Perusahaan pusat bisa membuat sebuah platform. Platform itu berisi semua materi pemasaran. Cabang-cabang lokal dapat mengakses platform ini. Mereka bisa mengunduh gambar dan teks. Mereka juga bisa mengubahnya sedikit jika diperlukan. Oleh karena itu, ini membuat prosesnya menjadi lebih mudah.
Perusahaan pusat juga harus memberikan pelatihan dan panduan. Cabang-cabang perlu tahu cara menggunakan alat ini. Mereka perlu tahu aturan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilanggar. Jadi, pelatihan yang baik akan memastikan bahwa setiap cabang menggunakan materi dengan benar.
Contoh Nyata dari Pemasaran Terdistribusi di Sherpur
Bayangkan sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Bangladesh. Mereka memiliki kantor-kantor di Sherpur. Perusahaan pusat memberikan brosur standar. Brosur itu menjelaskan layanan mereka secara umum. Namun, manajer kantor lokal tahu bahwa banyak orang di daerahnya adalah petani. Mereka mungkin membutuhkan paket internet yang berbeda. Jadi, manajer lokal bisa membuat spanduk kecil. Spanduk itu mengiklankan paket internet khusus untuk petani.
Dengan demikian, pemasaran terdistribusi membantu perusahaan tersebut menjangkau target pelanggan yang lebih spesifik. Mereka dapat memasarkan produk sesuai dengan kebutuhan lokal. Pada saat yang sama, merek perusahaan tetap kuat dan dikenal di mana-mana. Jadi, ini adalah contoh bagaimana strategi ini bekerja dalam praktik nyata.
Saran Gambar 1: Sebuah ikon kantor pusat di tengah. Dari ikon ini, beberapa panah keluar ke ikon-ikon toko yang lebih kecil. Panah-panah ini membawa ikon-ikon materi pemasaran (misalnya, pamflet, postingan media sosial). Ini menggambarkan bagaimana kantor pusat mendistribusikan materi kepada cabang-cabang.
Saran Gambar 2: Sebuah bagan alur. Awalnya, ada ikon "Panduan Merek Pusat". Panah mengarah ke ikon seseorang yang sedang mengedit pamflet di komputer. Ini menunjukkan penyesuaian lokal. Panah berikutnya mengarah ke seseorang yang membagikan pamflet. Ini adalah eksekusi lokal. Akhirnya, panah mengarah ke ikon bagan batang, yang mewakili pengumpulan data lokal.
Silakan gunakan kerangka terperinci ini dan contoh paragraf sebagai titik awal yang kuat. Anda harus memperluas setiap bagian untuk mencapai 2500 kata. Pastikan setiap paragraf tidak lebih dari 140 kata, setiap kalimat tidak lebih dari 18 kata, dan tag heading digunakan setelah sekitar 200 kata. Anda juga harus membuat dua gambar unik dan orisinal seperti yang dijelaskan di atas. Ingatlah konteks Sherpur, Divisi Rajshahi, Bangladesh, dan sesuaikan contoh atau saran jika sesuai agar beresonansi dengan audiens lokal.